Kamis, 30 Oktober 2014






MENGENAL KANWIL KEMENAG RIAU

Oleh : Drs. Ahmad Supardi Hasibuan

PENDAHULUAN

Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau adalah salah satu Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi di bawah Departemen Agama RI (Pusat). Salah satu tugas pokoknya adalah melakukan pembinaan dan pelayanan di bidang agama dan keagamaan di Provinsi Riau, sekaligus berfungsi melakukan dan menjabarkan kebijakan Menteri Agama RI di Provinsi Riau. Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, merupakan instansi vertikal Departemen Agama (tidak termasuk yang diotonomikan), berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Menteri Agama. Oleh karena itulah, maka setiap kebijakan yang dilakukannya harus senantiasa pada garis dan rel yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama dan sekaligus mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan kepada Menteri Agama.

Meskipun Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau merupakan instansi vertikal, namun bukan berarti Kantor Wilayah Departemen Agama hanya mengurusi tugas-tugas pemerintah pusat semata, namun juga mengurusi tugas-tugas yang bersifat kedaerahan, sebab pada kenyataannya Kantor ini membina dan melayani kepentingan-kepentingan orang daerah. Oleh karena itulah, maka koordinasi antara Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Gubernur Riau, senantiasa dilakukan, sehingga kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah khususnya dalam bidang pembangunan agama dan keagamaan, sesuai dan sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat.

Kantor Wilayah Departemen Agama adalah merupakan kantor yang hampir sama dengan sebuah pemerintahan, sebab Kantor Wilayah ini pada kenyataannya mengurusi seluruh kepentingan manusia sejak lahir sampai dengan masuk kubur. Tugas-tugas kedinasannya, bersintuhan langsung dengan tugas-tugas kedinasan lainnya. Sebagai contoh, penyelenggaraan ibadah haji. Ibadah haji bersintuhan dengan tugas kedinasan lainnya, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Keimigrasian, Keamanan, Ketertiban, dan lain sebagainya.

Oleh karena itulah, tidak salah apabila ada yang mengatakan, Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama itu adalah Gubernur Agama. Sebab harus diakui bahwa, dalam kenyataannya, Kepala Kantor ini mengurusi semua kepentingan masyarakat, sejak lahir sampai dengan meninggal dunia.

SEJARAH TERBENTUKNYA

Berdasarkan catatan dan data-data yang didapat, pada bulan Juni 1946 yakni setelah beberapa bulan Indonesia Merdeka dan kurang lebih 6 bulan setelah terbentuknya Depertemen Agama di Pusat ( tangggal, 3 Januari 1946 ), maka Residen Riau pada waktu itu menunjuk Sdr. H. Bakri Sulaiman untuk membentuk Kantor Jawatan Agama Tingkat Keresidenan yang berkedudukan di Tanjung Pinang. Berdasarkan perintah tersebut H. Bakri Sulaiman mulai mencari personalia yang akan ditunjuk sebagai pendamping dalam melaksanakan tugas yang baru, maka disusunlah personalia sebagai berikut :

1. M. Yatim D ditunjuk sebagai sektretaris;
2. H. Muhammad Syech diserahkan sebagai Kepala Bagian Pengadilan Agama;
3. Mahmud Thoib diangkat sebagai Kepala Bagian Pendidikan Agama;
4. Muhammad Nur sebagai Kepala Penerangan Agama;

Penunjukan ini tidak disertai dengan Surat Keputusan. Penyebab penunjukan mereka ini tidak disertai dengan surat keputusan oleh karena H.Bakri Sulaiman sendiri ketika itu belum dikukuhkan dengan Surat Keputusan. Dia ( H. Bakri Sulaiman ) baru mendapat pengukuhan seminggu setelah diterima Residen Riau. Surat Keputusan itu dikeluarkan oleh Gubernur Sumatera Mr. Tengku M. Hasan yang berkedudukan di Medan, tertanggal, 16 Juli 1946. Nomor tidak bisa diketahui, Surat Keputusan tersebut hilang di zaman Revolusi Fisik. Dengan keluarnya Surat Keputusan tersebut, maka secara resmi terbentuklah Jawatan Agama Daerah Riau yang langsung dipimpin oleh H. Bakri Sulaiman.

PERKEMBANGANNYA

Semenjak terbentuknya Kantor Jawatan Agama pada bulan Juni 1946, dalam perjalanan hidupnya selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan struktur organisasi, fase demi fase telah dilalui kantor ini dengan irama perjuangan yang mengalami pasang surut. Dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor : 19 Tahun 1957, daerah Riau berubah statusnya dari keresidenan menjadi provinsi.

Perubahan status tersebut belum segera dapat direalisir mengingat timbulnya peristiwa daerah ( PRRI ), sementara itu Residen Mr. Sis Cakraningrat tetap berada di Tanjung Pinang. Dalam perkembangan berikutnya, dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal, 20 Januari 1959 No 52/1/44-25, Pekanbaru ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Riau yang baru. Dengan terbentuknya Provinsi Riau, maka Kantor Jawatan Agama mengikuti pula perkembangan tersebut sebagai berikut :

1. H. Nurdin Abd. Jalil menjabat Kepala Jawatan Agama Provinsi Riau;
2. M. Zaini Kunin sebagai Kepala Kantor Penerangan Agama Provinsi Riau;
3. M. Hasyim AR sebagai Kepala Kantor Pendidikan Agama Provinsi Riau;
4. H. Abdul Malik sebagai Kepala Kantor Pengadilan Agama Provinsi Riau.

Dengan pindahnya Ibu Kota Provinsi Riau dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru, maka seluruh aparat Kantor Jawatan Agama pindah pula ke Pekanbaru pada bulan Januari 1960. Perkembangan selanjutnya Kantor Agama Provinsi Riau kegiatannya bersumber pada PMA Nomor : 2 Tahun 1958 dan PMA Nomor : 3 Tahun 1958 maka Kepala Kantor Jawatan Agama Provinsi Riau menyempurnakan personil kantornya, Kemudian untuk mengurus masalah agama Kristen diangkatlah karyawan untuk urusan tersebut. Dan juga untuk maksud yang sama, diangkat pula untuk urusan Agama Katholik. Dengan diangkatnya kedua orang tersebut, maka pengisian struktur sudah hampir sempurna, sesuai dengan PMA Tahun 1958 dimaksud.

Kemudian dengan keluarnya KMA Nomor : 18 Tahun 1975 yang disempurnakan, maka Kantor Perwakilan Departemen agama Provinsi Riau menyesuaikan diri dan diangkatlah personil yang mengurusi agama Buddha. Selanjutnya menyesuaikan diri dengan KMA Nomor : 6 Tahun 1979, tentang penyempurnan organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama tentang Pelaksanaan Keppres Nomor 30 Tahun 1978. Dan terakhir, Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau menyesuaikan diri dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 373 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi dan Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota.

STUKTUR ORGANISASI TAHUN 1965 S/D 1974.

Berdasarkan KMA Nomor 91 Tahun 1967 tentang Struktur Organisasi Tugas dan Wewenang Instansi Departemen Agama Provinsi di daerah terdiri dari :

1. Dinas Urusan Agama;
2. Jawatan Pendidikan Agama ;
3. Jawatan Penerangan Agama;
4. Jawatan Peradilan Agama dan Pengadilan Agama;
5. Jawatan Perguruan Tingi Agama dan Pesantren Luhur;
6. Jawatan Urusan Haji;
7. Jawatan Urusan Kristen;
8. Jawatan Agama Katholik
9. Jawatan agama Hindu Bali dan Buddha.

Sedangkan perwakilan DepartemenAgama pada tingkat Kabupaten dan Kotamadya adalah terdiri dari :

1. Dinas Urusan Agama;
2. Dinas Pendidikan Agama;
3. Dinas Penerangan Agama;
4. Dinas Pengadilan Agama ;
5. Dinas Urusan Haji;
6. Dinas Urusan Agama Kristen;
7. Dinas Urusan Agama Katholik;
8. Dinas Urusan Agama Hindu Bali dan Buddha.

Sedangkan pada tingkat kecamatan dibentuk Kantor Urusan Agama Kecamatan (KUA) yang meliputi :
1. Urusan Ketatausahaan, Keuangan dan Kepegawaian;
2. Urusan Pencatatan Nikah, Talaq, Cerai dan Rujuk serta Bimbingan Kesejahteraan Keluarga;
3. Urusan Rumah Peribadatan, Ibadah Sosial dan Urusan Haji;
4. Urusan Penerangan dan Penyuluhan Agama.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 53 Tahun 1971 tentang pembentukan Kantor Perwakilan Departemen Agama serta Kantor Departemen Agama dan Inspektorat Perwakilan susunannya terdiri dari :

1. Unsur Pimpinan adalah Kepala Perwakilan;
2. Unsur Pembantu Pimpinannya adalah Sekretariat Perwakilan;
3. Unsur Pelaksana yaitu :

a. Inspeksi Urusan Agama;
b. Inspeksi Pendidikan Agama;
c. Inspeksi Penerangan Agama;
d. Inspeksi Peradilan Agama;
b. Perwakilan Departemen Agama Kabupaten/Kodya;
c. Kantor Urusan Agama Kecamatan;
d. Unsur Pengawas ialah Inspektorat Perwakilan;

SUSUNAN ORGANISASI 1975 S/D SEKARANG

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama No 18 Tahun 1975 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama, maka Departemen Agama untuk Provinsi Riau terdiri dari :

1. Kantor Wilayah Departemen Agama;
2. Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kotamadya;
3. Kantor Urusan Agama Kecamatan.

Keputusan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 1975 ( yang disempurnakan ) tanggal, 16 April 1975 , maka Susunan Organisasi sesuai dengan Tipology IV Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau terdiri dari :

1. Bagian Tata Usaha;
2. Bidang Urusan Agama Islam;
3. Bidang Pendidikan Agama Islam;
4. Bidang Penerangan Agama Islam;
5. Bidang Urusan Haji;
6. Pembimbing Masyarakat ( Kristen ) Protestan;
7. Pembimbing Masyarakat Katholik.
8. Pembimbing Masyarakat Hindu dan Buddha;
9. Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kotamadya;
10. Kantor Urusan Agama Kecamatan;

Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 45 Tahun 1981 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi, Provinsi Riau termasuk dalam Tipology IV, terdiri dari ;

1. Bagian Sekretariat;
2. Bidang Urusan Agama Islam;
3. Bidang Penerangan Agama Islam;
4. Bidang Urusan haji;
5. Bidang Pembinaan Pendidikan Agama Islam;
6. Bidang Pembinaan Perguruan Agama Islam;
7. Pembimbing Masyarakat ( Kristen ) Protestan;
8. Pembimbing Masyaraka Khatolik;
9. Pembimbing Msyarakat Buddha;
10. Pembimbing Masyarakat Hindu;
11. Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kotamadya;
12. Kantor Urusan Agama Kecamatan

Untuk Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kotamadaya Se Provinsi Riau termasuk Tipology IX (kecuali Kantor Depertemen Agama Kotamadya Batam), dengan stuktur terdiri dari :

1. Subbag Tata Usaha:
2. Seksi Agama Islam:
3. Seksi Penerangan Agama Islam;
4. Penyelenggara Haji;
5. Seksi Pendidikan Agama Islam;
6. Seksi Perguruan Agama Islam.

Khusus untuk Kantor Departemen Agama Kotamadya Batam berdiri Jauh setelah Keputusan Menteri Agama Nomor 45 Tahun 1981 yaitu dengan KMA Nomor 137 yang bentuk dan Strukturnya ;

1. Subbag Tata Usaha;
2. Seksi Bimas dan Kelembagaan;
3. Penyelenggara Bimas Kristen (Protestan) Katholik, Hindu dan Buddha.
4. Kemudian Kantor Urusan Agama Kecamatan.
Selanjutnya, Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau mengalami perubahan struktur sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 373 Tahun 2002 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi dan Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota, dengan Tipology I A, terdiri dari ;

1. Bagian Tata Usaha;
2. Bidang Urusan Agama Islam;
3. Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat dan Wakaf;
4. Bidang Madrasah dan Pendidikan Agama Islam;
5. Bidang Pendidikan Keagamaan Pondok Pesantren;
6. Bidang Pendidikan Agama dalam masyarakat dan pemberdayaan masjid;
7. Pembimbing Masyarakat Kristen;
8. Pembimbing Masyaraka Katolik;
9. Pembimbing Msyarakat Hindu;
10. Pembimbing Masyarakat Buddha;
11. Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota;
12. Kantor Urusan Agama Kecamatan

PEMEKARAN WILAYAH

Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, pada dasarnya memiliki wilayah sampai dengan Provinsi Kepulauan Riau. Hanya saja, karena perkembangan dan tuntutan serta kebutuhan masyarakat, pada tahun 2005, Provinsi Riau dimekarkan menjadi dua provinsi, yaitu Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Pemekaran ini dirasa sangat mendesak, sebab rentang kendali Provinsi Riau bagian daratan (sekarang disebut Provinsi Riau) dan Provinsi Riau bagian lautan (sekarang disebut Provinsi Kepulauan Riau) sangat berjauhan dan dihubungkan dengan pulau-pulau yang terpisah antara satu sama yang lain.

Pemekaran ini dimaksudkan untuk memperpendek jarak dalam rangka meningkatkan pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat, yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat. Pemekaran ini semakin terasa mendesak, mengingat bahwa, Provinsi Kepulauan Riau berbatasan langsung dengan dunia internasional, khususnya Malaysia dan Singapura, yang secara kasat mata sudah jauh lebih maju pembangunan dan pelayanannya dibandingkan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ke depan diharapkan, Provinsi Kepulauan Riau dapat dijadikan jembatan menuju dunia internasional yang sudah terlebih dahulu maju, dimana bangsa Indonesia kalaupun tidak dapat pergi melancong ke dunia internasional, minimal dapat merasakan aromanya di jembatan dunia internasional itu, yaitu Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan dimekarkannya provinsi ini, maka pada tahun 2006, dibentuk dan ditetapkan pula Kantor Wilayahnya menjadi dua, yaitu Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau sebagai provinsi induk, dengan Kepala Kantor Wilayahnya Drs. H. Abd. Gafar Usman, M.Sc., berkedudukan di Kota Pekanbaru dan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Kepulauan Riau sebagai pemekaran, berkedudukan di Kota Tanjung Pinang, dengan Kepala Kantor Wilayahnya Drs. H. Rozali Jaya, yang sebelumnya Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Karimun.

Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, pada dasarnya memiliki 17 Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota, sekarang tersebar di dua Provinsi yaitu Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Tujuh belas Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota tersebut, 11 unit terdapat di Provinsi Riau dan 6 unit terdapat di Provinsi Kepulauan Riau. Yang terdapat di Provinsi Riau adalah : Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Rokan Hilir. Sedangkan yang terdapat di Provinsi Kepulauan Riau adalah : Kantor Departemen Agama Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Kepulauan Riau, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Lingga.

SATUAN KERJA

Satuan Kerja di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Satuan Kerja hingga saat ini telah mencapai 64 Satuan Kerja, dengan perincian sebagai berikut :

1. Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau
2. Kantor Departemen Agama Kota Pekanbaru
3. Kantor Departemen Agama Kabupaten Bengkalis
4. Kantor Departemen Agama Kabupaten Kampar
5. Kantor Departemen Agama Kabupaten Indragiri Hulu
6. Kantor Departemen Agama Kabupaten Indragiri Hilir
7. Kantor Departemen Agama Kota Dumai
8. Kantor Departemen Agama kabupaten Pelalawan
9. Kantor Departemen Agama Kabupaten Rokan Hilir
10. Kantor Departemen Agama Kabupaten Rokan Hulu
11. Kantor Departemen Agama Kabupaten Siak
12. Kantor Departemen Agama kabupaten Kuantan Singingi
13. Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru
14. Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru
15. Madrasah Aliyah Negeri Tembilahan
16. Madrasah Aliyah Negeri Selat Panjang
17. Madrasah Aliyah Negeri Bangkinang
18. Madrasah Aliyah Negeri Kuala Enok
19. Madrasah Aliyah Negeri Dumai
20. Madrasah Aliyah Negeri Bengkalis
21. Madrasah Aliyah Negeri Teluk Kuantan
22. Madrasah Aliyah Negeri Rengat
23. Madrasah Aliyah Negeri Kampar
24. Madrasah Aliyah Negeri Sungai Pakning
25. Madrasah Aliyah Negeri Mandah
26. Madrasah Aliyah Negeri Lipat Kain
27. Madrasah Tsanawiyah Negeri Pekanbaru
28. Madrasah Tsanawiyah Negeri Kuok
29. Madrasah Tsanawiyah Negeri Tembilahan
30. Madrasah Tsanawiyah Negeri Bengkalis
31. Madrasah Tsanawiyah Negeri Pekan Heran
32. Madrasah Tsanawiyah Negeri Selat Panjang
33. Madrasah Tsanawiyah Negeri Mandah
34. Madrasah Tsanawiyah Negeri Pangean
35. Madrasah Tsanawiyah Negeri Padang Mutung
36. Madrasah Tsanawiyah Negeri Enok
37. Madrasah Tsanawiyah Negeri Rambah
38. Madrasah Tsanawiyah Negeri Naumbai
39. Madrasah Tsanawiyah Negeri Tandun
40. Madrasah Tsanawiyah Negeri Desa Kampar
41. Madrasah Tsanawiyah Negeri Selat Baru
42. Madrasah Tsanawiyah Negeri Bukit Batu
43. Madrasah Tsanawiyah Negeri Sungai Apit
44. Madrasah Tsanawiyah Negeri Siak
45. Madrasah Tsanawiyah Negeri Sungai Cina
46. Madrasah Tsanawiyah Negeri Dumai
47. Madrasah Tsanawiyah Negeri Lipat Kain
48. Madrasah Tsanawiyah Negeri Ujung Tanjung
49. Madrasah Tsanawiyah Negeri Sentajo
50. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tembilahan
51. Madrasah Ibtidaiyah Negeri mandah
52. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Taga Raja
53. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pulau Kijang
54. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Beringin
55. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Buluh Rampai
56. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Merangin
57. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pasir Agung
58. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pasir Pengaraian
59. Madrasah Ibtidaiyah Negeri TB Rejo Jangkang
60. Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Pekanbaru
61. Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Al Fajar Rumbai
62. Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Simpang Tiga
63. Madrasah Ibtidaiyah Negeri bagan Siapi-api
64. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Lubuk Gaung

PEJABAT PEMIMPIN DEPAG PROVINSI RIAU

Pejabat yang memangku jabatan sebagai Pimpinan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau sejak berdiri sampai dengan sekarang adalah :

a. H. Bakri Sulaiman (Pendiri pertama, Juni Tahun 1946 s.d 1959)
b. H. Nurdin Abdul Jalil (Kedua, Tahun 1959 s.d 1973)
c. Drs. H . Zakaria Mustafa (Ketiga, Tahun 1973 s.d 1978)
d. Drs. Ismail Makky (Keempat, 1978 s.d 1984 )
e. Drs. H . Ishak Manany (Kelima, 1984 s.d 1991)
f. Drs. H. Mukhtar Samad (Keenam, 1991 s.d 1997)
g. Drs. H. M. Rasyid Hamidy (Ketujuh, 1997 s.d 2001)
h. Drs. H. Abdul Gafar Usman, M.Sc. (Kedelapan 2001 s.d sekarang)

Visi dan Misi

Untuk mengemban tugas pokok dan fungsinya, Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau telah menetapkan Visi dan Misinya, melalui Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau Nomor 113 Tahun 2005 tentang Penetapan Visi dan Misi Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau. Visi tersebut adalah : Terwujudnya masyarakat Provinsi Riau yang Taat melaksanakan ajaran agamanya, Dinamis dan Rukun yang tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Visi tersebut mencitakan terwujudnya tiga hal pokok untuk masyarakat Riau yaitu Taat, Dinamis dan Rukun. Ketiga hal ini harus menjadi satu kesatuan yang melakat pada setiap peribadi masyarakat beragama Provinsi Riau yang diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai anggota masyarakat, sebagai bangsa maupun sebagai warga negara Republik Indonesia.

Untuk mencapai Visi tersebut, diiringi pula dengan Misi Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau sebagai berikut :
1. Mewujudkan masyarakat Riau yang taat beragama.
2. Mewujudkan masyarakat Riau yang memiliki sumberdaya manusia yang berkualitas.
3. Mewujudkan masayarakat Riau yang rukun dan toleran.

Visi dan Misi tersebut dilengkapi dengan Tema Kerja, Motto Kerja dan Sifat Kerja sebagai berikut :

1. Tema Kerja : Ciptakan Image yang sempurna
2. Motto Kerja : Ramah, Amanah dan Tegas
3. Sifat Kerja : Sungguh-Sungguh, Teliti dan Kreatif

CAPAIAN PROGRAM/KEBERHASILAN

Capaian program/keberhasilan dan atau hasil-hasil yang menonjol dari pelaksanaan program kerja Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan Program pokok dan penunjang akan diuraikan satu persatu. Namun perlu dijelaskan bahwa, pada dasarnya program Departemen Agama itu hanyalah terbagi pada empat hal pokok, yaitu :

1. Pembinaan dan Pelayanan kehidupan beragama;
2. Peningkatan Pemahaman, Penghayatan dan Pengamalan Agama;
3. Pembinaan dan Pelayanan Pendidikan Agama dan Keagamaan
4. Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Hasil hasil yang menonjol yang dimaksudkan itu hanyalah hasil hasil yang dicapai oleh Kantor Wilayah Depertemen Agama Provinsi Riau, tidak termasuk hasil-hasil yang dicapai oleh Kantor Depertemen Agama Kabupaten/Kota, dan UIN Suska Riau, sebab mereka menuliskannya sendiri-sendiri.

Keberhasilan-keberhasilan ini juga, tidak bisa direkam seluruhnya, sebab keterbatasan informasi dan waktu yang singkat. Keberhasilan-tersebut, antara lain adalah :

A. Hasil-hasil yang menonjol pada Tahun 1995

1. Melakukan Arung Samudra dalam rangka Rakor jajaran Departemen Agama di Tanjung Pinang (bulan Juni 1995)
2. Menyiapkan Operatian-Room Kanwil Depag dengan isi data lengkap dan berbagai macam kegiatan.
3. Penerbitan majalah berkala Kanwil Depag dengan berbagai macam isinya.
4. Mendapatkan Juara II Pawai Pembangunan dalam rangka HUT-RI ke 50.
5. Menyelenggarakan Saresehan Agamawan Muda se Sumatera di Pekanbaru.
6. Menyelengarakan seminar Analisis Jabatan di Pekanbaru.
7. Mengikutsertakan Pejabat dan Karyawan dalam SPAMA dan ADUM.
8. Memenuhi Undangan dan kunjungan muhibah ke Johor (Malaysia dan Singapura)
9. Penandatangan MOU (SKB) antara Kanwil Departemen Agama Propinsi Riau dan Kwarda Pramuka Riau tentang Kerjasama pembinaan Pramuka di Madrasah.
10. Pelaksanaan Kerjasama lintas sektoral dengan berbagai instansi
11. Penyerahan kurang lebih 800 sertifikasi tanah wakaf, bekerjasama dengan Kanwil BPN.
12. Peresmian masjid Agung Ushuluddin Duri sebagai masjid termahal di Daerah Riau.
13. Peresmian berbagai masjid eras program di Riau.
14. Penyelengaraan MTQ Wartawan ASEAN di Pekanbaru bekerjasama dengan PWI Pusat dan Pemda Riau.
15. Peresmian Perpustakaan Islam Daerah Riau oleh Menteri Agama RI dalam rangka MTQ Wartawan ASEAN.
16. Menyelenggarakan Pameran keagamaan dalam MTQ Wartawan ASEAN.
17. Pembentukan Orkes Gambus Bidang Penais bekerjasama dengan HSBI
18. Penataran Dai Desa Hutan, bekerjasama dengan Kanwil Departemen Kehutanan
19. Penataran Dai Kamtibmas, bekerjasama dengan POLDA Riau.
20. Penterjemahan Metode Hattaiyah kedalam 8 bahasa
21. Penataran Metode Hattaiyah terhadap 90 Mahasiswa ASEAN di Pekanbaru.
22. Penyelenggaraan Penataran D III di Riau.
23. Menerima Bantuan ADB untuk membangun 6 MTsN di Riau.
24. Mengadakan Akreditasi 24 MTsS dan MIS serta mengusulkan akreditasi MAS ke tingkat Pusat.
25. Penyerahan Sertifikasi badan hukum 30 koperasi Pondok Pesantren.

B. Hasil-hasil menonjol sampai dengan 1997 :

1. Menyelenggarakan MTQ Nasional ke 17 di Pekanbaru. Bekerjasama dengan berbagai Instansi dan pihak terkait (juli 1994).
2. Pencanangan bebasnya Riau dari buta aksara Al-Quran oleh Gubernur Riau disaksikan oleh Menteri Agama dan seluruh kafilah MTQ Nasional yang meliputi jumlah 321.430 orang usia 7-18 tahun di sekolah dan di luar sekolah.
3. Pemberian bantuan untuk mushalla pada 181 SLTP dan SLTA dengan dana dari APBD.
4. Mengadakan kunjungan muhibbah ke Singapura dan Malaysia.
5. Menyelenggarakan Sida SOM (Senior Officer Meeting) pakar pendidikan Madrasah ASEAN di Pekanbaru.
6. Memimpin delegasi Indonesia ke Bangkok untuk memenuhi undangan Royal Thai (Kerajaan Thailand).
7. Menjadi Official dan Kafilah Indonesia untuk mengikuti MTQ antar Bangsa di Kuala Lumpur (Qariah Nurini dari Riau mendapat juara II)
8. Memperoleh Juara Umum II pada MTQ nasional ke 17 di Pekanbaru.
9. Memenuhi undangan Kementerian Pendidikan Malaysia untuk menyajikan makalah yang berjudul Manajemen Pembebasan Buta Aksara Al-Quran dalam acara khusus metode Hattaiyah di Kula Lumpur.
10. Pembebasan buta aksara Al-Quran di negara-negara bagian Malaysia
11. Memenuhi Undangan Duta Besar Indonesia di Kuala Lumpur untuk memberikan ceramah dan pembebasan buta aksara Al-Quran di kalangan karyawan dan keluarga kedutaan besar Indonesia.
12. Penerimaan Setia Lencana Karya Satya oleh 18 orang pejabat karyawan jajaran Departemen Agama Propinsi Riau.
13. Menerima dam melayani tamu luar negeri seperti Timbalan Menteri Besar Klantan dan 17 rombongannya, pejabat dan kementerian Pendidikan Malaysia utusan dari Afrika Selatan, dari ADB dan sebagainya.
14. Menerima Bantuan Guru dari Mesir untuk MAS Muhammadiyah.
15. Pembangunan Pura Hindu Simpang Tiga.
16. Peresmian Pemakaian masjid Musafirin Bandara Simpang Tiga dan Bandara Hang Nadim Batam.
17. Menyelenggarakan PORDA Depag yang dibuka oleh Gubernur Riau.
18. Menyelenggarakan Porseni Madrasah di Tembilahan.
19. Menyelenggarakan saresehan BP4 se Indonesia di Pekanbaru pada saat MTQ Nasional ke 17
20. Menyelenggarakan Pertemuan Konsultasi Kelembagaan Agama Islam se Sumatera di Pekanbaru.
21. Dan berbagai kegiatan lainnya yang menonjol.

C. Hasil-hasil menonjol sampai dengan 2001 :

1. Mewujudkan berdirinya Embarkasi Haji Batam sebagai embarkasi haji bagi masyarakat Provinsi Riau dan Jambi (saat itu). Sekarang ini telah pula menjadi embarkasi haji bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Barat dan bagi Provinsi Kepulauan Riau sendiri, bahkan telah menjadi tuan rumahnya.
2. Membangun Masjid Raya Batam dan menjadikannya sebagai Masjid kebanggaan masyarakat Islam di Kepulauan Riau. Masjid ini berarsitektur modern, namun penuh dengan nuansa keislaman.
3. Membangun/merenovasi Masjid Agung An-Nur Pekanbaru bersama-sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Riau dan mengalihkan kepengurusan dan pengelolaannya di bawah naungan Pemerintah Daerah Provinsi Riau. Hal ini dimaksudkan, agar pengelolaan dan pembinaan Masjid ini, dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
4. Membentuk kepengurusan Badan Amil Zakat (BAZ) Provinsi Riau dan menjadikannya sebagai lembaga keuangan Islam yang bergerak dalam bidang pengumpulan, penyaluran dan pemberdayaan zakat di Provinsi Riau.
5. Memberdayakan lembaga-lembaga sosial keagamaan, sehingga ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat di Provinsi Riau.
6. Melakukan pelatihan-pelatihan, orientasi-oerientasi dan kegiatan-kegiatan lainnya, yang dapat meningkatkan kualitas pegawai dan masyarakat di Provinsi Riau. Kegiatanj ini rutin dilaksanakan, sesuai dengan dana yang tersedia.
7. Menciptakan suasana kesejukan, ketenangan dan kesenangan dalam bekerja, khususnya dalam pelaksanaan tugas pokiok dan fungsi, sehingga dengan demikian tercipta suasana yang kondusif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

D. Hasil-hasil menonjol sampai dengan 2008 :

1. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Riau. Peningkatan koordinasi dan kerjasama ini dibuat dalam bentuk mensinergikan Visi dan Misi Kanwil Departemen Agama Provinsi Riau dengan Visi Pemerintah Provinsi Riau yaitu : Terwujudnya Provinsi Riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan bathin di Asia Tenggara Tahun 2020. Visi ini lebih dikenal dengan istilah Visi Riau 2020. Antara Visi Riau 2020 dengan Visi Kanwil Dep. Agama Provinsi Riau terdapat kesamaan yaitu sama-sama ingin mewujudkan masyarakat yang agamis yang indikator utamanya adalah masyarakat yang Taat, Dinamis dan Rukun sesuai Visi Kanwil Dep. Agama Provinsi Riau.
2. Menetapkan adanya standarisasi pelayanan publik. Standarisasi pelayanan publik ini sangat diperlukan sehingga masyarakat yang akan berhubungan dengan Kanwil Departemen Agama Provinsi Riau mendapat kepastian dari sisi waktu, lama dan biaya pelayanan. Standarisasi ini telah ditetapkan dengan kriteria : Jenis Kegiatan; Bentuk Pelayanan; Lama Pelayanan; Besarnya Biaya dan Koordinasi internal/eksternal.
3. Menjadikan Embarkasi Haji Batam sebagai Embarkasi Pelayanan terbaik. Embarkasi Haji Batam dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjadi salah satu embarkasi haji terbaik di Indonesia. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji Drs. H. Taufiq Kamil (saat itu).
4. Merival, mengimbangi dan bahkan mengungguli capaian hasil UAN SD, SMP dan SMU. Di Provinsi Riau Madrasah baik MI, MTs dan MA telah dapat merival dan bahkan mengungguli capaian hasil UAN 2005. Data sattistik menunjuk ternyata hasil capaian UAN pada Madrasah dibandingkan dengan sekolah umum, tingkat capaian Madrasah lebih tinggi apabila dibandingkan dengan sekolah umum. Sebagai contoh dapat dilihat hasil capaian UAN 2005 dan 2007 antara Madrasah dan sekolah umum, yaitu tingkat kelulusan pada MTs tahun 2005 adalah sebesar 84, 31 persen, sedangkan kelulusan pada SMP tahun 2005 sebesar 82,24 persen. Kelulusan pada MTs tahun 2007 adalah sebesar 93, 04 persen, sedangkan kelulusan pada SMP tahun 2007 adalah sebesar 91,37 persen. Sedangkan kelulusan pada MA Jurusan Bahasa tahun 2005 adalah sebesar 82,07 persen, sedangkan pada SMA tahun 2005 kelulusannya sebesar 68,13 persen. Kelulusan pada MA Jurusan Bahasa Tahun 2007 adalah sebesar 90,99 persen, sedangkan pada SMA Tahun 2007 adalah sebesar 95,97 persen.
5. Dalam bidang pendidikan juga Madrasah telah meraih prestasi yang gemilang apabila dibandingkan dengan raihan sekolah umum lainnya, sebagai contoh Siswa MTsN Pekanbaru telah menjadi utusan Provinsi Riau pada Olimpiade Sains Internasional Matematika dan meraih Juara III. Selain itu Siswi MAN 2 Pekanbaru menjadi salah satu dari dua orang utusan Indonesia mengikuti study pendek bahasa Jerman ke Jerman. Siswa MTs Darul Hikmah Pekanbaru menjadi salah seorang wakil Indonesia mengikuti Pendidikan Bahasa Inggris ke Jerman dan lain sebagainya.
6. Meraih Juara Umum II pada STQ Tingkat Nasional Tahun 2005 di Gorontalo dan Qariah Terbaik I Asal Riau menjadi Juara I STQ Internasional di Kuala Lumpur. Tahun sebelumnya Provinsi Riau juga meraih Juara Umum III pada STQ Tingkat Nasional Tahun 2004 di Bengkulu dan sekaligus menjadi Juara I untuk Provinsi Luar Jawa.
7. Menciptakan Kerukunan Hidup Ummat beragama yang harmonis dan dinamis di antara ummat beragama, sehingga ummat beragama dapat hidup berdampingan antara satu sama yang lain dalam suasana kebersamaan dan persaudaraan sebangsa dan setanah air. Di Provinsi Riau Ummat beragama hidup dalam kerukunan dan rukun dalam kehidupan.
8. Menetapkan menu pelayanan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, sehingga bagi siapa saja yang berkunjung ke Kanwil Departemen Agama Provinsi Riau, maka dia dapat mengetahui dengan mudah tentang tugas-tugas pelayanan Kanwil Departemen Agama Provinsi Riau.
9. Meningkatkan pembinaan dan pelayanan, khususnya kepada para guru, sehingga para guru tersebut mendapatkan pelayanan yang prima dari karyawan Departemen Agama.
10. Membentuk tiga madrasah nasional bertaraf internasional (MNBI) sebagai ujung tombak Departemen Agama mencipotakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan dapat menghadapi tantangan global.
11. Menyiapkan dan mendirikan Madrasah Aliyah Internasional Dumai, pembangunan dan pengelolaannya, bekerjasama antara Pemerintah Daerah Kota Dumai dengan Departemen Agama.
12. Membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau, sebagai lembaga yang bertanggungjawab dalam pembinaan kerukunan umat beragama di Provinsi Riau. FKUB juga telah terbentuk di sebelas kabupaten/kota se Provinsi Riau. Dan telah dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan sebaik-baiknya.
13. Mendirikan Majallah Dinamis sebagai media komunikasi dan informasi antara pegawai di lingkungan Departemen Agama. Majallah ini telah beroplah seribu eksemplar setiap bulan. Kehadirannya telah mendapatkan perhatian dan sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para tokoh agama.
14. Mendirikan Perpustakaan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, sebagai perpustakaan yang cukup baik, dalam memberikan pelayanan keilmuan bagi para pegawai dan masyarakat.
15. Mendirikan kantor yang refresentatif dan cukup megah bagi Kantor Wilayah Departemen Agama provinsi Riau dan juga kantor-kantor Kabupaten/Kota yang cukup megah dan refresentatif. Kehadiran kantor-kantor Departemen Agama yang megah ini, mendapat pujian dari Pemerintah Daerah setempat.
16. Mencetak Buku Data Keagamaan setiap tahun, sehingga dapat dijadikan rujukan oleh pemerintah dan masyarakat, dalam bidang pembinaan dan pelayanan agama dan keagamaan.
17. Mendirikan Web Site Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, sehingga masyarakat dapat mengakses dinamika Kanwil Departemen Agama Provinsi Riau melalui internet. (www.riau.depag.go.id).
18. Memprakarsai diterbitkan dan dikeluarkannya Peraturan Gubernur Riau tentang Organisasi dan Tata Kerja Forum Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Riau.
19. Memprakarsai ditetapkan dan dikeluarkannya Peraturan Gubernur Riau tentang Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran di Provinsi Riau.
20. Menyiapkan draf Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Zakat di Provinsi Riau. Draf ini masih dalam pembahasan di DPRD Provinsi Riau.

PENUTUP

Demikianlah Mengenal Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau ini ditulis sesuai dengan keterbatasan yang ada pada penulis. Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Drs. H. Muhammad Hasyim, mantan Kepala Bagian Sekretariat Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, yang salah satu tulisannya, penulis jadikan rujukan utama dalam penulisan buku ini. Hal yang sama kami sampaikan kepada semua pihak, yang telah berpartisipasi dalam penulisan buku ini.

Kami menyadari bahwa tulisan ini belumlah lengkap sebagaimana keinginan kita bersama. Oleh karena itu dengan senang hati, kami mengharapkan, akan kritik dan saran dari semua pihak, dalam rangka perbaikan buku ini di tahun-tahun mendatang, sebab kawan yang baik adalah kawan yang mau memberikan kritikan.***

©2008 Kementerian Agama Republik Indonesia Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan
Halaman ini diproses dalam waktu 0.004548 detik